Bahan Kimia Berbahaya yang harus di akhiri penggunaanya

 

Greenpeace tengah melakukan aksi kampanye untuk menghentikan industri meracuni air dengan bahan kimia berbahaya, yang sulit terurai (persisten) dan mengganggu kerja hormon. Kampanye Detox memberikan tantangan kepada merek-merek ternama untuk melakukan perubahan. Mereka harus bekerja sama dengan para pemasok mereka, termasuk yang berada di berbagai negara berkembang. Kerjasama dilakukan untuk menyingkirkan semua bahan kimia berbahaya dari seluruh rantai pasokan, siklus-siklus produksi, serta produk mereka. Ini adalah daftar prioritas bahan kimia berbahaya yang perlu diakhiri penggunaannya oleh para pelopor Masa Depan Bebas Toksik. Kesebelas materi berikut merupakan awal dari daftar bahan kimia berbahaya yang harus diwaspadai; masih banyak bahan lainnya yang perlu dievaluasi keamanannya.

 

 

Alkylphenols

Alkylphenol yang biasa digunakan termasuk Nonylphenols (NPs),  Octylphenols dan dalam bentuk-bentuk ethoxylate-nya , terutama Nonylphenolethoxylate (NPE). NP banyak digunakan dalam industri tekstil untuk proses pencucian dan pewarnaan. Bahan-bahan ini adalah racun untuk kehidupan air. Mereka akan bertahan dalam lingkungan dan dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh.  Konsentrasinya akan meningkat melalui rantai makanan  (biomagnify). Kemiripan strukturnya dengan  hormon estrogen alamiah dapat menganggu perkembangan seksual pada beberapa organisme termasuk menyebabkan feminisasi ikan. Pemakaian NP diatur dengan ketat di Uni Eropa dan sejak tahun 2005 telah dibatasi penggunaannya.

Phthalates

Pthalate adalah kelompok bahan kimia yang paling umum digunakan untuk melunakan PVC ( plastik polyvinyl chloride). Pada industri tekstil bahan-bahan ini digunakan dalam pembuatan kulit buatan, karet dan PVC, serta beberapa pewarna.  Ada kekhawatiran besar terhadap kadar racun dari Pthalate seperti DEHP (Bis (2-ethylhexyl) Pthalate ) yang bersifat toksik bagi reproduksi mamalia, karena dapat menganggu perkembangan testis di awal kehidupan.

DEHP  dan DBP (Dibutyl Pthalate) digolongkan sebagai ‘toksik bagi sistem reproduksi’ di Eropa dan penggunaannya dibatasi. Dibawah Undang Undang Uni Eropa REACH, DEHP , BBP (Benzyl butyl Phthalates) dan DBP dijadwalkan pelarangannya pada tahun 2015.

 

Brominated dan chlorinated flame retardants

Brominated Flame Retardants (BFR) adalah bahan kimia persisten dan bioakumulatif yang jenisnya sekarang banyak hadir di lingkungan sekitar kita. Polybrominated diphenyl ethers (PBDEs)  adalah salah satu kelompok BFR yang paling umum  digunakan untuk membuat beragam bahan-bahan tahan api, termasuk tekstil. 

Beberapa PBDE mampu menganggu sistem hormon, yang terlibat dalam perkembangan dan pertumbuhan seksual. Dibawah hukum Uni Eropa penggunaan beberapa jenis PBDE dibatasi dengan ketat Salah satu PBDE telah didaftarkan sebagai ‘zat  berbahaya yang diprioritaskan (untuk di eliminasi)’,  berdasarkan undang-undang  Eropa tentang air. sehingga tindakan harus diambil untuk menyingkirkan kontaminasi materi tersebut pada badan-badan air.

 

Azo dyes

Azodyes atau Pewarna Azo adalah salah satu dari jenis pewarna utama yang digunakan industri tekstil.Beberapa pewarna azo terdegradasi saat digunakan dan melepaskan bahan-bahan kimia yang dikenal sebagai aromatic amina.  Beberapa aromatic amina tersebut dapat menyebabkan kanker. Uni Eropa telah melarang penggunakan pewarna azo yang dapat melepaskan gugus amina penyebab  kanker  pada setiap tekstil yang berkontak  langsung dengan kulit manusia.

 

Senyawa Organotin

Senyawa Organotin digunakan dalam biosida dan bahan  anti jamur dalam berbagai produk kebutuhan sehari-hari. Dalam industri tekstil bahan-bahan ini digunakan untuk produk seperti kaos kaki, sepatu dan baju olahraga untuk mencegah bau yang disebabkan oleh keringat.

Salah senyawa organotin yang paling terkenal adalah tributyltin (TBT).  Dahulu, salah satu kegunaan utamanya adalah untuk cat anti bocor pada kapal, sampai muncul bukti bahwa bahan ini tak terurai di lingkungan. Ia akan menumpuk dalam tubuh dan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan reproduksi. Penggunaannya sebagai cat anti bocor sekarang sebagian besar telah dilarang. TBT juga digunakan di industri tekstil.

TBT terdaftar sebagai ‘zat berbahaya prioritas’ dibawah regulasi Uni Eropa sehingga langkah-langkah perlu  diambil untuk menyingkirkan kontaminasinya dari badan-badan air di Eropa. Dari bulan Juli 2010 dan Januari 2012 produk-produk (termasuk kebutuhan sehari-hari) yang mengandung senyawa organotin akan dilarang di seluruh Uni Eropa.

 

Perfluorinated chemicals

Perflourinated chemicals (PFCs) adalah bahan kimia buatan manusia yang banyak digunakan industri karena sifatnya yang tidak lekat dan anti air. Mereka digunakan untuk membuat produk tekstil dan produk kulit anti air dan anti noda.

Bukti-bukti menunjukan banyak PFCs tidak terurai di alam dan dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh serta jumlahnya meningkat melalui rantai makanan (biomagnify). Setelah masuk tubuh, beberapa jenisnya terbukti mempengaruhi hati serta mengganggu kerja hormon, merubah tingkat pertumbuhan dan hormon reproduksi.

Yang paling terkenal dari PFCs adalah perfluorooctane sulphonate (PFOS), sebuah senyawa yang sangat sulit terurai dan bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama di lingkungan.  PFOS adalah satu dari “Polutan Organik Persiten” yang peredarannya dibatasi di bawah Konvensi Stockholm, sebuah perjanjian global untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.  PFOS juga dilarang di  Eropa dan Kanada untuk penggunaan tertentu. 

 

Chlorobenzenes

Cholorobenzenes adalah bahan kimia persiten dan bioakulumatif yang digunakan sebagai pelarut dan biosida dalam pembuatan pewarna.. Efek paparan tergantung pada jenis chlorobenzenes, namun, bahan-bahan ini biasanya mempengaruhi hati, tiroid dan sistem saraf pusat. Hexachlorobenzene (HCB) sebuah  bahan kimia paling beracun dan persisten dari kelompok ini, bersifat mengganggu kerja hormon.

Di Uni Eropa, pentacholorbenzene dan HCB diklasifikasikan sebagai ‘zat  berbahaya prioritas’ sehingga langkah-langkah harus diambil untuk menyingkirkan polusi tersebut dari badan-badan air di Eropa. Mereka juga terdaftar sebagai ‘Polutan Organik Persisten’ untuk dibatasi penggunaanya secara global di bawah Konvensi Stockholm.  Bahan-bahan tersebut dilarang  atau dijadwalkan untuk diakhiri penggunaannya di Eropa.

 

Chlorinated solvents

Pelarut terklorinasi seperti trichloroethane (TCE) digunakan oleh produsen tekstil untuk melarutkan zat lain selama proses produksi dan membersihkan kain.

TCE adalah zat perusak ozon yang tidak terurai di lingkungan. Juga dikenal berdampak pada sistem saraf pusat, hati dan ginjal. Sejak tahun 2008 Uni Eropa membatasi secara ketat penggunaan TCE untuk kedua kegunaan diatas. 

 

Chlorophenols

Chlorophenols adalah sebuah kelompok bahan kimia yang digunakan sebagai biosida. Penggunaannya sangat luas, mulai dari pestisida hingga pengawetan kayu dan tekstil.

Pentachlorophenol (PCP) dan turunannya digunakan sebagai biosida di industri tekstil. PCP sangat beracun bagi manusia dan berdampak pada banyak organ tubuh. Bahan ini juga sangat beracun bagi organisme air. Uni Eropa telah melarang pembuatan produk yang mengandung PCP di tahun 1991.  Sekarang, penjualan dan penggunaan produk yang yang mengandung bahan kimia tersebut juga dibatasi secara ketat.

 

Short-chain chlorinated paraffins

Short-Chain Chlorinated Paraffin (SCCPs) digunakan dalam industri tekstil sebagai penghambat penyebaran api.  Bahan-bahan ini sangat beracun bagi organisme air, tidak mudah terurai di lingkungan dan memiliki potensi tinggi untuk terakumulasi dalam organisme hidup. Penggunaannya pada beberapa sektor telah dibatasi di Uni Eropa sejak tahun 2004.

 

Logam berat  : kadmium, timbal, merkuri dan kromium (VI).

Logam berat seperti : kadmium, timbal dan merkuri telah digunakan pada pewarna  dan pigmen tertentu untuk tekstil. Logam-logam ini dapat terakumulasi dalam tubuh dari waktu ke waktu dan sangat beracun, dengan efek  termasuk kerusakan pada sistem saraf (timbal dan merkuri) atau ginjal (kadmium). Kadmium juga dikenal sebagai penyebab kanker.

Kromium (VI) digunakan pada proses tekstil tertentu dan penyamakan kulit  bahan ini sangat beracun bahkan di konsentrasi rendah, termasuk bagi banyak organisme air.

Di Uni Eropa kadmium, merkuri dan timbal telah diklasifikasikan sebagai ‘zat berbahaya prioritas’  sehingga langkah-langkah yang harus diambil untuk menyingkirkan polusi di badan-badan air Eropa. Penggunaan kadmium, merkuri dan timbal telah lama  dibatasi dengan ketat di Eropa; termasuk penggunaan  tertentu dari merkuri dan kadmium pada tekstil.