asdasda assadasd

Penyebaran pencemaran senyawa PBDEs dapat terjadi melalui : udara, air, tanah, produk-produk yang mengandung PBDEs, serta mahluk hidup yang ada dalam ekosistem tersebut. Efek dari pencemaran PBDEs ini pada manusia adalah penyebab penyakit kanker, terjadinya gangguan horman tiroid dan penyebab menurunnya pertumbuhan syaraf.

“Penyebaran informasi melalui Website, E-Newsletter, Mobile Application dan Dashboard”

INTracS-PBDE

Dilihat dari bahayanya pencemaran senyawa PBDEs di lingkungan tersebut, maka diperlukan kebijakan pemerintah yang meliputi:

    (1) peraturan untuk menangani masalah PBDEs dan UPOPs,
    (2) peraturan tentang impor, distribusi dan penggunaan PBDEs,
    (3) peraturan tentang produk-produk yang mengunakan senyawa PBDEs, dan
    (4) pedoman teknis untuk proses penguraian/pemisahan PBDEs.
     

Untuk proses pencegahan PBDEs dan UPOPs, pemerinta Indonesia telah mengeluarkan National Implementation Plan (NIP) sesuai dengan kesepakan konvensi Stockholm yang mulai dilakukan pada tahun 2008 dan terus diperbaharui daftar dari NIP tersebut hingga tahun 2013 berdasarkan kesepakantan konvensi Rotterdam. Selanjutnya langkah strategis untuk memastikan berjalannya peraturan-peraturan tersebut diatas, maka diperlukan sistem teknologi informasi yang terintegrasi supaya dapat menelusuri jaringan keberadaan senyawa PBDE di lingkungan.

Sistem teknologi informasi yang akan dikembangkan melibatkan seluruh laboratorium di bawah BPPI (Badan Penelitian dan Pengembangan Industri), terutama yang sedang dipersiapkan untuk dapat melakukan uji PBDE, diantaranya BBKK, BBPK, BBTPPI, BBKKP dan B4T. Diluar itu, terdapat laboratorium BP Batam yang juga dapat melakukan uji PBDE. Proses pengujian di laboratorium tersebut dilaksanakan secara terpisah. Kemampuan masing-masing laboratorium tersebut berdeda-beda, ada yang sudah menggunakan sistem komputerisasi, namun ada juga yang proses pendataan administrasinya menggunakan berkas Ms. Excel bahkan masih ada yang manual menggunakan catatan di buku.

Untuk memudahkan pendataan dan monitoring maka perlu integrasi proses pengujian PBDE di seluruh laboratorium tersebut menggunakan Integrated Network Tracking System of PBDE (INTracS-PBDE) yaitu sistem informasi yang digunakan untuk memastikan bahwa penyebaran PBDE harus sesuai dengan kebijakan yang berlaku.